WWW.IBAM.XZY
Official Website of Ibrahim L. Kadir (Ibam)

TENTANG IBAM

PROFIL SINGKAT

Ibam adalah panggilan sedari kecil pria bernama pena Ibrahim Lathini Kadir ini. Terkadang juga dipanggil dengan panggilan Bamzsky atau Bamz. Ibam adalah seorang pria berdarah Minang, kelahiran Jakarta. Hobi fotografi, traveling, berenang, nonton film dan jajan kuliner.  Sewaktu mahasiswa, dia pernah menjadi Ketua Umum Kelompok Mahasiswa Peminat Fotografi Universitas Negeri Jakarta (KMPF-UNJ) pada periode kepengurusan 2003-2004. KMPF-UNJ merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan intra kampus tertua di Indonesia di bidang peminatan fotografi. 

Selagi kuliah, Ia sempat menjadi wartawan dan kontributor foto di Sotomie[dot]Com (2000), Satu[dot]net (2000), Mimbar Mahasiswa[dot]Net (2000), Swara Kedaulatan (2002), Majalah Content (2003), Pilar[dot]Com (2003), Leaves Magazine (2005), PS-Mag (2005), dan lainnya. Namun Ia tidak meneruskan karir kewartawanannya, Ia malah memilih jadi pegawai biasa di salah satu kantor yang bergerak dalam bidang UKM. 

Ia kemudian mengambil Kursus Perfilman Usmar Ismail (KPUI) dengan konsentrasi Asisten Kamera (Askam). Tercatat masuk di angkatan ke-48 KPUI. Setelahnya dia mendaftar di KFT karena pernah ikut terlibat beberapa produksi film dan sinetron. Walau demikian, lagi-lagi Ia harus kembali ke dunia kantoran dan menjadi pegawai biasa kembali.

Namun, minat pada penulisan, sastra, film dan keinginan berkeseniannya tidak hilang, justru malah membawanya menjadi penyair, penulis puisi dan cerpen lepas. Kebanyakan tulisannya menyorot soal kritik sosial. Pernah tampil di acara Paguyuban Seniman Merdeka tahun 2005. Beberapa karyanya sempat diterbitkan dalam sebuah buku bertajuk “Mei Wulan – Kumpulan Puisi 21 Penulis” terbitan D3M Kail (2013), sebuah lembaga penerbitan buku dari Teater Kail, tempat Ibam pernah melatih diri berteater. 

Pada kurun tahun 2011 sd. 2017 Dia aktif di beberapa kegiatan politik dan advokasi, event organizer dan Tourism Development. Tercatat dia pernah menjabat sebagai sebagai Kepala Divisi Kampanye dan Advokasi Kebijakan di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pendidikan

Ia juga pernah menjadi konsultan pemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta Faisal Basri – Biem T. Benyamin pada pilkada DKI Jakarta tahun 2012. Saat itu Ibam menjadi Wakil Koordinator Wilayah Pemenangan Kota Jakarta Timur. Berbekal pengalaman politik dan jaringan masa yang luas, Ibam maju sebagai Caleg DKI Jakarta tahun 2014 melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil 4 Jakarta Timur yang meliputi Kecamatatan Matraman, Pulo Gadung dan Cakung. 

Masih di kurun waktu yang sama, pada tahun 2013 Ia mendirikan Telegram Nusantara News Center (TNNC) bersama sahabatnya Ayat Hadiyat, yakni sebuah portal berita independen berjejaring yang menjadi satu-satunya dan pertama kali di Indonesia sebagai portal berita independen dengan cabang  terbanyak (31 cabang sekaligus) di seluruh Indonesia, hanya dalam 1 bulan setelah didirikan. Namun portal berita yang Ia dirikan tidak bertahan lama, hingga pada 2018  secara resmi Telegram Nusantara tutup, ketika Ia terlibat proyek film di Malaysia.

Ia kemudian bergabung dengan IZI Communication dan Indorajawali Event Organizer hingga sekarang.

Aktifitas Fotografi, Videografi, Film Dan Televisi.

Hobi bernang, jajan kuliner dan traveling tidak membuatnya lupa untuk berkarya. Disela-sela kegiatan motret, sambil nonton film, masih sempat menulis resensi film dan membuat beberapa karya video independen. 

Meski tidak terlibat langsung di dunia perfilman, namun mantan video-editor di Tourism Networks Channel (milik El John Group) (2009) ini masih giat menulis beberapa skenario untuk iklan layanan masyarakat, film pendek dan sempat jadi produser video-campaign series on YouTube dengan judul “Ota Lapau” (2019) sebanyak 9 episode. 

Ia juga membuat dua buah poetry-video tape experiment dengan judul “Pada Sebuah Pinggir Jalan Dikala Hujan Bersorak” (2017) dan “Pasar Malam Pasar Rakyat” (2017). Ia bahkan pernah jadi sutradara sekaligus produser videoklip independen untuk Labuan-Band dengan singlenya berjudul “Labuan Cinta” (2002), jauh sebelum videoklip independen menjamur di YouTube (pada masa itu YouTube belum lahir). 

Tahun 2018 pernah terlibat langsung namun uncredit menjadi art-supporting / designer dalam sebuah proyek film mini-series di Malaysia. Kala itu Ia bersama rekannya Frans Sumagan Hasibuan (Agam), Dicky Alvaro dan Hendra Robin Sharma berada di departemen artistik . 

Saat ini Ibam aktif di Yayasan Diafragma Indonesia Raya sebagai Pendiri dan Dewan Pengawas Yayasan. Yayasan yang digelutinya bergerak di bidang sosial dan merupakan inisitatif Ia bersama rekannya sebagai wadah pengabdian masyarakat dari alumni KMPF-UNJ, organisasi bidang fotografi dimana Ibam pernah menjadi ketuanya di  sana.

Ibam juga merupakan pendiri Kinokkonik Media, sebuah usaha berbasis komunitas yang bergerak di bidang jasa konsultasi media, video, konten kreatif dan kampanye kebijakan.